Berantas Calo, Hendi Prio Santoso Tak Beri Toleransi Korupsi

PGN, dengan Direktur Utama Hendi Prio Santoso yang terkenal dalam aksi memberantas calo di industri migas, menjelma menjadi perusahaan yang dikenal bersih, bebas korupsi, dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

“PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai “Kode Etik Karyawan” dan “Kode Etik Pimpinan”,” katanya. Menurut Hendi, catatan positif bagi PGN dalam membentuk prosedur dan peraturan terkait dalam interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan sudah termuat dalam kode etik ini.

“Hal ini dengan memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula,” tegas pria berusia 48 tahun ini. Dengan demikian calo gas tidak akan berkutik dan tidak punya celah untuk menyelusup dan mencampuri bisnis migas, terutama dengan karyawan dan pimpinan PGN.

“Hal ini sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2023 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimana sektor pangan, energi dan pajak menjadi prioritas nya,” katanya. “Tidak ada calo gas di lingkungan dan pengelolaan bisnis Perusahaan Gas Negara. Seluruh pembangunan infrastruktur disesuaikan dengan kebutuhan industri dan sektor transportasi,” tambah Hendi Prio Santoso lagi.

Di tangan dinginnya, PGN menjelma menjadi perusahaan menguntungkan dan terbuka serta transparan. Bayangkan saja, tahun 2014 PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar USD 3,41 miliar naik 13,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 3,00 miliar. Laba operasi sebesar USD 982,06 juta naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 933,35 juta dan EBITDA sebesar USD 1,16 miliar naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 1,12 miliar. Selama tahun 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar USD 722,75 juta.

Kuncinya? Pengelolaan perusahaan yang profesional dan transparan. Seluruh manajemen juga beritikad memberi nol persen toleransi untuk korupsi. Oleh karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif alias “ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service”.

Selama tahun 2014, Perusahaan Gas Negara telah membangun dan mengoperasikan sejumlah infrastruktur baru seperti Mobile Refueling Unit (MRU), Floating Storage Regasification Unit (FSRU) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Setidaknya dari Sumatera hingga ke Jawa, selama delapan tahun terakhir. Panjang pipa gas yang dimiliki PGN saat ini mencapai 6.161 kilometer (km). Ini membantu akses masyarakat terhadap energi dalam bentuk gas alam. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung program konversi ke gas alam yang telah ditetapkan pemerintah.

Berbagai jaringan pipa yang selesai dibangun, antara lain pipa distribusi gas bumi di Lampung sepanjang 90 km, pipa gas bumi Tanjung Uncang-Panaran di Batam sepanjang 18 km, pipa Cikande-Bitung sepanjang 30,5 km, proyek clustering CNG di Tambak Aji Semarang.

“Sedangkan tahun ini, PGN sudah memulai pembangunan pipa Duri-Dumai-Medan. Tahap I Duri-Dumai Medan sepanjang 130 km sudah dimulai, sedangkan tahap II Dumai-Medan akan dibangun setelah tahap I selesai. Jaringan pipa lain yang juga akan dimulai adalah, pipa distribusi Jawa Tengah sepanjang 319 km,” terangnya.

Demikian upaya Hendi Prio Santoso melawan praktik calo dan korupsi.

Sumber:

Antara

viva news

Okezone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s